"Ibu, Ayah, mereka kembali lagi...!!!"
"Mereka kembali lagi. Ibu, ayah...!!!"
Gail dan Jora menoleh ke arah pintu. Bukan, hanya sebuah
lubang tempat mereka berlalu-lalang. Bahkan penutupnya pun tidak ada, hingga
air hujan pun bebas menerabas. Mengaliri seluruh sudut rumah itu.
"Manusia-manusia hina yang sudah membuat Yuma cacat
seumur hidup..," kata-kata itu terdengar bergetar. Alir mengalir dari
sudut mata Gasil. "Kita harus pindah. Kita harus segera meninggalkan
tempat ini.."
Gail menatap anak ketiganya itu dengan hampa, sementara Jora
membalikkan badan.
Ditatapnya kedua pasang mata hijau yang amat disayangnya
itu. Rasa takut kehilangan itu sudah lama menyusup, membuatnya tak bisa tidur
siang dan malam. Jauh sebelum ia memiliki ketiga anak itu, bahkan jauh sebelum
Gail menemukannya.





