Tampilkan postingan dengan label horror. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label horror. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2016

Matinya Hati Sang Jenius




"Ibu, Ayah, mereka kembali lagi...!!!"
"Mereka kembali lagi. Ibu, ayah...!!!"
Gail dan Jora menoleh ke arah pintu. Bukan, hanya sebuah lubang tempat mereka berlalu-lalang. Bahkan penutupnya pun tidak ada, hingga air hujan pun bebas menerabas. Mengaliri seluruh sudut rumah itu.
"Manusia-manusia hina yang sudah membuat Yuma cacat seumur hidup..," kata-kata itu terdengar bergetar. Alir mengalir dari sudut mata Gasil. "Kita harus pindah. Kita harus segera meninggalkan tempat ini.."
Gail menatap anak ketiganya itu dengan hampa, sementara Jora membalikkan badan.
Ditatapnya kedua pasang mata hijau yang amat disayangnya itu. Rasa takut kehilangan itu sudah lama menyusup, membuatnya tak bisa tidur siang dan malam. Jauh sebelum ia memiliki ketiga anak itu, bahkan jauh sebelum Gail menemukannya.

Kamis, 14 April 2016

Hemebuba


"Hei, kau percaya tidak dengan sebuah keajaiban? Aku ingin yakin bahwa yang menemukan tulisan ini adalah jodohku. Perkenalkan, namaku Rubytha Heleya Scott. Kau boleh memanggilku dengan versimu. Nanti, jika kau memutuskan untuk menghubungiku.." Lyold membalik-balik kertas lusuh itu dengan jari-jarinya yang lincah, lantas menerbangkannya ke udara. "Hey, Lily. Kau mau membuangnya?!" Cetus Bryan begitu Lyold menolehkan kepala ke arahnya. "Jika aku menemukan itu setelah kau buang, mungkin akulah jodoh gadis itu.." Lyold tersenyum mengejek. "Tidak, tentu saja yang menemukannya duluan adalah aku.. Lyold Thomas O'nor. Mungkin dia gadis berdarah Perancis.." Ujarnya sambil menatap kertas berwarna coklat itu lekat-lekat. Pemuda itu mulai terlihat sedikit antusias.

Sabtu, 17 Mei 2014

Aku sudah gila!

"Kakak, kau pengamen di sini..?"

Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh..
Terus kuhitung mundur seiring dengan detakan jantung ini. Pemuda itu tak kunjung menjawab. Hanya petikan gitarnya membunyikan melodi yang lumayan menambah kerisauan hatiku.

"Kakak, kalau diizinkan, aku mau numpang berteduh di sini..."

Delapan, tujuh, enam, lima..

Selasa, 13 Agustus 2013

THE TORT


Lavender memekik histeris lalu kembali melempar gelas hingga belingnya berhamburan di lantai. Apapun yang terlihat di matanya seperti tak berarti, ingin ia hancurkan dan hempaskan begitu saja.
Bethrice mulai memunguti pecahan-pecahan beling itu. Darah berlumuran di sana-sini, melukis jejak kaki Lavender yang nyaris gila sejak lima hari yang lalu, dan kini gadis itu sudah betul-betul gila.

Minggu, 16 Desember 2012

Friendship?


Seorang gadis berjalan dengan sangat hati-hati sambil membawa banyak buku di tangannya, ia takut akan menjatuhkan buku-buku itu.
Dari arah belakang, seorang pemuda mengikutinya dengan berjalan cepat. Pemuda itu langsung mengambil posisi di sisi gadis itu, lalu berjalan sambil mengimbangi langkah gadis itu.
"Berat? Mau dibantu nggak?"
Gadis itu melihat pemuda itu sejenak, lalu menggelengkan kepalanya.
"Serius?"

Sabtu, 25 Agustus 2012

God, please save her !


"Kamu yakin akan berhenti?"
"Hmm, ya...."
Mama mulai membelai rambut panjangku dari belakang, terlihat di cermin ia tersenyum tapi nampak sedih.
"Kenapa ma, Cahya sudah pikirkan ini dari sejak lama?"
Aku menangkap lengan mama lalu menggenggamnya erat.
"Sudah bagus kalau masih muda, sudah punya pekerjaan.." kata mama kemudian.